UPAYA HAWKING MENCARI SENSASI DI DUNIA FISIKA

BERBICARA DENGAN ALIENBerbagai upaya untuk berkomunikasi dengan alien membuat Stephen Hawking angkat bicara. Ilmuwan kenamaan tersebut memperingatkan, alien mungkin memang ada, namun manusia harus menghindari kontak dengan mereka jika tidak ingin terancam.

“Jika alien mengunjungi kita, maka kejadiannya kurang lebih akan seperti ketika Columbus mendarat di benua Amerika, yang tidak berdampak baik pada penduduk asli Amerika,” kata Hawking dalam sebuah wawancara televisi.

Menurut Hawking, alien dengan tingkat kepintaran tinggi akan hidup berpindah-pindah, mencari daerah baru untuk ditaklukkan dan menjajah planet apapun yang bisa mereka kunjungi.

Diansir AFP, Senin (26/4/2010), mengenai kemungkinan eksistensi kehidupan alien, Hawking menyebutkan, berdasarkan perhitungan matematikanya, jumlah dari hasil rumusan itu sendiri membuat berpikir mengenai alien sangat rasional.

“Tantangan sebenarnya adalah mencari tahu bentuk alien yang sebenarnya,” ujar Hawking.

Seperti diketahui, penggambaran alien selama ini bermacam-macam. Namun yang paling umum adalah, alien digambarkan dalam sosok mirip gurita dengan kulit yang bisa bercahaya dalam gelap.

Sebelumnya, manusia telah berulang kali mencoba berkomunikasi dengan makhluk asing. Pada 2008, lembaga antariksa nasional AS NASA pernah mengirimkan lagu milik kelompok band legendaris Beatles, ‘Accross the Universe’ ke luar angkasa untuk mengirimkan pesan perdamaian kepada makhluk asing di wilayah Polaris atau biasa disebut Bintang Utara.

Upaya manusia untuk menghubungi alien tak hanya itu saja. Pesawat luar angkasa Pioneer 10 dan 11 milik AS yang diluncurkan pada 1972 dan 1973, memperlihatkan adanya bayangan pria dan wanita tanpa busana serta simbol untuk menyampaikan posisi Bumi dan matahari.

Kemudian Voyager 1 dan 2 yang diluncurkan pada 1977 juga membawa piringan phonogram emas tembaga dengan rekaman suara dan gambar Bumi. (rah)

MENCIPTAKAN MESIN WAKTU

Stephen Hawking fisikawan, ahli kosmologi dan pemimpi menjawab pertanyaan besar bagaimana perjalanan waktu bisa dilakukan, menemukan portal menuju masa lalu, atau menemukan sebuah jalan pintas ke masa depan.

Perjalanan waktu pernah dipertimbangkan sebagai pendapat yang bertentangan dengan ajaran resmi. Hawking yang seringkali menghindari pembicaraan tentang perjalanan antar waktu karena khawatir disebut eksentrik kini mengungkap pendapatnya.

Faktanya, orang yang membangun Stonehenge, terobsesi dengan waktu. Hawking bermimpi jika memiliki mesin waktu maka bisa mengunjungi Marilyn Monroe pada masa jayanya atau pergi bersama Galileo melihat bintang melalui teleskopnya atau juga berjalan ke akhir alam semesta untuk menemukan bagaimana cerita kosmik berakhir.

Untuk melihat bagaimana perjalanan waktu bisa terjadi, harus melihat studi fisikawan tentang empat dimensi. Tidak sesulit yang terdengar, setiap orang tahu bahwa setiap materi memiliki obyek fisik dalam tiga dimensi, yakni panjang, lebar dan tinggi.

Tetapi ternyata ada sebuah ukuran lain, yakni panjang waktu. Ada perbedaaan antara manusia yang mampu hidup dalam waktu 80 tahun, Stonehenge ribuan tahun dan sistem tata surya yang bertahan hingga miliaran tahun.

Setiap materi memiliki panjang waktu sebagaimana ruang angkasa. Menjelajah waktu berarti melalui dimensi ke-empat tersebut.

Manusia normal setiap hari mengendarai sebuah kendaraan. Berkendara dalam garis lurus berarti berjalan di dimensi pertama, belok ke kanan atau ke kiri berarti berada di dimensi kedua dan ketika jalan menanjak atau menurun maka hal tersebut merupakan dimensi ketiga.

Lalu bagaimana berjalan dalam ruang waktu? bagaimana menemukan sebuah jalur melalui dimensi keempat?.

Sains fiksi menyebut perjalanan waktu seringkali menampilkan sebuah mesin besar yang lapar akan energi. Mesin tersebut menciptakan sebuah jalur melalui dimensi ke-empat, sebuah terowongan waktu.

Fisikawan telah lama berpikir tentang terowongan waktu juga, namun datang dalam sudut pandang yang berbeda. Semua ahli penasaran jika portal ke masa lalu atau masa depan cocok dengan hukum alam, bahkan telah dinamakan dengan wormhole.

Kebenarannya adalah wormhole tersebut ada di sekitar manusia, hanya sangat kecil untuk terlihat. Mereka bersembunyi di kanal ruang dan kanal waktu.

Tidak ada yang datar atau solid. Jika diperhatikan maka semua materi pasti memiliki lubang atau kerutan di dalamnya. Hal tersebut merupakan prinsip dasar dan bahkan bisa diterapkan pada waktu. Ada kebenaran tentang dimensi keempat, dalam waktu ada sisi kosong, kerutan, lubang maupun celah.

Dengan skala yang amat sangat kecil bahkan lebih kecil dari molekul dan atom, ada sebuah tempat yang disebut dengan buih kuantum, di dalam sanalah keberadaan wormhole.

Terowongan kecil atau jalan pintas untuk melewati kanal dan bentuk ruang dan waktu. Dengan tiba-tiba bisa menghilang masuk ke dalam dunia kuantum dan karena terhubung dengan lokasi dan waktu lainnya, maka akan muncul di sana.

Secara kebetulan, saluran waktu dalam kehidupan riil tersebut ukurannya seper-triliun centimeter. Sangat kecil untuk manusia bisa melewatinya, tetapi ada sebuah definisi tentang mesin waktu wormhole menjadi kenyataan.

Beberapa ilmuwan bahkan berpikir sangat mungkin menangkap wormhole dan memperbesarnya triliunan kali untuk membuatnya cukup bagi manusia atau bahkan pesawat ruang angkasa masuk ke dalamnya.

Dengan memberikan teknologi canggih dan kekuatan yang cukup, maka sebuah lubang waktu besar bisa tercipta dalam bangunan kanal ruang dan waktu. Hal tersebut sangat mungkin dilakukan dengan perangkat canggih luar biasa, dengan keluaran ujung yang belum diketahui.

Secara teoritis sebuah terowongan waktu (wormhole) bisa membawa manusia ke tempat dan waktu lainnya, bahkan planet lainnya.

Sumber – Inilah

MENCARI BLACKHOLE

Stephen Hawking yang pertama kali menggagas paradoks lubang hitam pada Juli lalu menyampaikan perubahan pandangannya. Paradoks informasi yang berumur 30 tahun ini menyatakan bahwa informasi yang masuk lubang hitam akan lenyap bersama lenyapnya lubang hitam. Kini, lubang hitam dikaji ulang karena ada banyak kelemahan di dalamnya. Ini jadi bersejarah bagi dunia astrofisika.

Prof Stephen Hawking penulis buku A Brief History of Time dikenal sebagai ilmuwan yang sangat serius menyelidiki sistem tata surya. Ia menemukan teori Lubang Hitam dalam sistem astronomi, daerah dalam alam semesta di mana materi, foton atau partikel dasar maupun isyarat apa pun tak dapat lolos ke luar. Demikian pula foton dan materi luar yang bergerak terlalu dekat dengan daerah ini akan tersedot ke dalamnya dan tidak akan dapat lolos lagi.

Bagaimana proses Lubang Hitam terbentuk? Lubang hitam muncul ketika sebuah bintang yang besar dan padat (masif, berukuran 8-100 kali massa matahari) di sebuah supernova meredup dan mati dengan membakar seluruh tenaga nuklirnya. Gaya gravitasi menarik berat mahabesar dari lapisan-lapisan luar bintang itu untuk ikut meluruh ke arah inti. ?Permukaan? dari sebuah lubang hitam disebut dengan sebuah event horizon.

Hancurnya gaya gravitasi menjadikan hampir seluruh cahaya tidak dapat melepaskan diri dan tidak ada satu pun informasi dari permukaan itu yang berhasil lolos. Sama halnya dengan figur kartun Cheshire Cat yang muncul lalu menghilang dalam gelap dengan hanya meninggalkan senyumnya, sebuah lubang hitam mewakili bahan-bahan yang hanya meninggalkan gravitasinya saja.

Sebagian kalangan berpikir banyak lubang hitam kecil terbentuk di awal mula pembentukan jagat raya, Big Bang. Kemungkinan galaksi kita juga memiliki berlimpah lubang hitam mini. Tapi, pada prinsipnya, lubang hitam memiliki massa yang berbeda-beda. Lubang hitam yang terbentuk melalui kematian bintang-bintang sedikitnya memiliki massa dua kali daripada massa matahari kita. Tetapi kerapatannya bisa semiliar kali lebih padat daripada matahari kita.

Menurut Hawking, ada dua jenis Lubang Hitam, Lubang Hitam Kecil dan Lubang Hitam Besar. Mengenai Lubang Hitam Kecil, Hawking mengajukan dugaan sebagai berikut. Di kala alam semesta ini lahir, terjadi dentaman besar, yang menghasilkan tekanan yang luar biasa besarnya. Tekanan ini dapat mengakibatkan kantung-kantung materi tergencet sehingga menjadi sangat kecil dengan rapatan sangat besar. Pada rapatan yang besar, benda ini menjadi lubang hitam. Lazimnya, lubang hitam primordial ini berukuran sebesar proton (partikel bermuatan listrik positip yang terdapat di dalam inti atom) dengan massa satu miliar ton.

Lubang hitam tidak seperti benda-benda pada umumnya; bebatuan, yang secara kasar memiliki ukuran proporsional dengan akar persegi massa, lubang-lubang hitam memiliki proporsi radial terhadap massanya. Secara virtual, bintang biasanya mati dan menghilang dari jagat raya ke bentuk sebuah titik dengan kerapatan yang tidak terbatas (event horizon) di mana hukum-hukum relativitas umum yang biasanya berlaku untuk ruang dan waktu luluh.

Hukum-hukum fisika kuantum menyatakan, informasi-informasi itu tidak mungkin hilang sepenuhnya. Hawking dan teman-temannya berpendapat medan gravitasi ekstrem dari lubang hitam dapat menjadi pengecualian dari hukum- hukum itu. Radius sebuah lubang hitam (Rs) = 2MG/v2. Di mana M adalah massa lubang hitam, G adalah konstanta Gravitasi, dan v adalah kecepatan yang dibutuhkan suatu objek untuk menghindar dari gaya tarik gravitasi. Untuk kasus lubang hitam v adalah c atau kecepatan cahaya. Menurut Hawking, ada dua jenis Lubang Hitam, Lubang Hitam Kecil dan Lubang Hitam Besar.

Untuk mengerti dan mengapresiasi pentingnya paradoks informasi ini dalam ilmu fisika harus perlu dipahami apa dan sifat-sifat lubang hitam. Lubang hitam adalah benda angkasa yang terbentuk sedemikian rupa sehingga memiliki gaya tarik besar sekali. Tidak sesuatu pun dalam jangkauan medan gravitasinya akan terbebas dari gaya tariknya.

Lubang hitam bisa terbentuk dari sebuah bintang tua. Pada bintang “kumpulan gas-gas partikel” terjadi reaksi fusi nuklir pada pusatnya yang memampukan partikel-partikel gas tadi untuk tidak tertarik ke pusat bintang oleh gravitasinya sendiri. Jika bahan bakar reaksi fusi habis, gaya dorong ke luar tidak lagi dihasilkan. Akibatnya, partikel-partikel gas akan tersedot ke pusat gravitasi dan menekan seluruh massa bintang jadi lubang hitam.

Setelah hampir selama 30 tahun berkeyakinan bahwa lubang hitam (black hole) menelan dan menghancurkan segala sesuatu yang terperangkap di dalamnya, fisikawan antariksa Stephen Hawking berubah pikiran. Hawking mengaku telah salah meletakkan argumen kunci tentang perilaku lubang hitam itu.

MANUSIA DISURUH PINDAH KE PLANET LAIN

Stephen Hawking memperingatkan jika manusia tidak membuat koloni diluar angkasa maka kita akan punah dalam jangka dua abad kedepan. Ahli astrofisika terkenal itu mengatakan satu-satunya kesempatan kita untuk bertahan hidup adalah pindah dari Bumi dan memulai kehidupan di planet baru.

Dia mengatakan, “Saya melihat bahaya besar bagi ras manusia. Terdapat sejumlah waktu di masa lalu dimana hal ini dipertanyakan. Peristiwa misil Kuba pada tahun 1963 adalah salah satunya.

Frekuensi kejadian serupa kelihatannya akan meningkat di masa depan. Kita akan harus memerhatikan hal itu dan menegosiasikannya hingga berhasil.

Tapi saya optimis. Jika kita bisa menghindari bencana dua abad kedepan maka spesies kita bisa aman selagi menyebar ke luar angkasa.”

Di tahun belakangan ini, Hawking memperingatkan manusia harus waspada dalam mencoba mengadakan kontak dengan bentuk kehidupan alien di luar angkasa karena kita tidak yakin apakah mereka bersahabat.

“Jika kita satu-satunya makhluk cerdas di galaksi ini kita harus memastikan kita bisa bertahan dan berlanjut.”

Tapi ia memperingatkan bahwa umat manusia memasuki “sebuah periode dimana bahaya meningkat dalam sejarah”.

“Populasi kita dan penggunaan sumber terbatas di planet Bumi dan pertumbuhan eksponen berbarengan dengan tidak adanya kemampuan teknis untuk mengubah lingkungan secara permanen dan sakit,” katanya.

“Tapi kode genetik kita membawa insting egois dan agresif yang merupakan keuntungan untuk bertahan hidup di masa lalu. Akan sulit nanti untuk menghindari bencana di 100 tahun kedepan tanpa menghitung ratusan atau jutaan tahun berikutnya.

Kesempatan kita satu-satunya demi kelangsungan hidup adalah tidak lagi menghuni Bumi melainkan menyebar ke angkasa luar.

Kita telah membuat kemajuan luarbiasa dalam 100 tahun terakhir tapi jika kita ingin melanjutkan 100 tahun lagi maka masa depan kita adalah di luar angkasa.”

Itulah mengapa dia mendukung penerbangan luar angkasa berawak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: